Tiga Untaian Hikmah…


Berbahagialah orang-orang beriman yang senantiasa beramal saleh dan saling nasihat-menasihati dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.

Itulah jaminan keselamatan yang disampaikan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya yang mulia.Perbaiki hubunganmu dengan Allah, maka Dia akan memperbaiki hubunganmu dengan semua manusia.

  1. Kita hidup sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan lainnya. Mustahil bagi seorang makhluk bernama manusia untuk hidup seorang diri tanpa membutuhakn manusia dan makhluk lainnya.

Namun, dalam interaksi, khususnya kepada sesama manusia, keluarga, masyarakat, rekan kerja, sering terjadi silang pendapat dan ketidakcocokan dalam satu dan lain hal.

Rupanya, disadari atau tidak, kurang baiknya hubungan kita dengan sesama sangat erat hubungannya dengan kualitas kedekatan kita dengan Allah Ta’ala.

Karenanya, ” Perbaiki hubunganmu dengan Allah, maka Dia akan memperbaiki hubunganmu dengan sesama manusia (dan makhluk lainnya).”

  1. Perbaiki sisi dalammu (hati nurani), niscaya Allah akan perbaiki tampilan luarmu (perilaku).

Manusia disebut juga sebagai makhluk yang merupakan pertemuan antara dua ‘samudra’. Ialah fisik yang bertemu dengan ruhani dalam satu wadah. Kualitas perilaku, kuncinya terdapat pada baik atau buruknya kualitas ruhani seseorang.

Karenanya, mereka yang rajin memperbaiki hatinya dengan senantiasa beribadah kepada Allah Ta’ala, maka Dia pun akan membuat sisi luarnya (akhlak) memesona dalam pandangan manusia lainnya.

Penting untuk dicatat, kualitas manusia tidak tergantung pada kualitas fisiknya (tampilan luar). Bahkan, ada begitu banyak manusia-manusia yang tidak sempurna secara fisik, tapi menjadi magnet bagi sebuah generasi dan generasi-generasi selepasnya. Sebabnya, mereka ini merupakan orang-orang yang memperbagus kualitas ruhaninya sehingga Allah Ta’ala membaguskan perilakunya.

  1. Utamakan akhiratmu, Allah pasti mencukupkanmu dalam kehidupan dunia.

Ada kesalahan yang jamak dilakukan di akhir zaman ini. Manusia berlomba mencari dan menumpuk dunia. Mobil, rumah, tanah, sawah, emas, dan berbagai asesoris duniawi lainnya; ditumpuk bak istana yang tak pernah hancur.

Padahal, menumpuk harta adalah kunci kebinasaan. Tiada secuil pun kebaikan bagi seorang hamba yang kesehariannya menumpuk harta. Sebab harta pasti binasa, sebagaimana halnya fisik seorang hamba.

Karenanya, “Utamakan akhiratmu, maka Allah swt akan mencukupkan kebutuhan duniamu.”

Adakah yang lebih baik dari perasaan cukup? Bukankah dalam keseharian, sejatinya kita hanya membutuhkan sepiring makanan, segelas air, istirahat yang cukup, dan sepotong kain yang menempel sebagai pakaian?

Jangan terlena saudaraku!
Mari berbenah diri!

Wallahu a’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s